UTS KOMUNIKASI TERAPEUTIK

KOMUNIKASI TERAPEUTIK


 DISUSUN OLEH:

Firdan Faleryan Hidayat (1130023019)


    Komunikasi terapeutik adalah komunikasi yang direncanakan secara sadar, bertujuan dan kegiatannya dipusatkan untuk kesembuhanpasien.Komunikasi terapeutik termasuk komunikasi interpersonal dengan titik tolak saling memberikan pengertian antar perawat dengan pasien. Persoalan mendasar dan komunikasi ini adalah adanya saling membutuhkan antara perawat dan pasien, sehingga dapat dikategorikan kedalam komunikasi pribadi diantara perawat dan pasien, perawat membantu dan pasien menerima bantuan. 

      Manfaat komunikasi terapeutik adalah untuk mendorong dan menganjurkan kerja sama antara perawat dan pasien melalui hubungan perawat dan pasien,mengidentifikasi dan mengungkap perasaan serta mengkaji masalah dan juga mengevaluasi tindakan yang dilakukan perawat, memberikan pengertian tingkah laku pasien dan membantu pasien mengatasi masalah yang dihadapi,dan mencegah tindakan yang negatif terhadap pertahanan diri pasien.

        Tujuan komunikasi terapeutik adalah untuk membantu pasien yaitu mengurangi beban perasaan dan pikiran serta dapat mengambil tindakan yang efektif untuk pasien, membantu mempengaruhi orang lain, lingkungan fisik dan diri sendiri. Kualitas asuhan keperawatan yang diberikan kepada klien sangat dipengaruhi oleh kualitas hubungan perawat-klien, bila perawat tidak memperhatikan hal ini, hubungan perawat-klien tersebut bukanlah hubungan yang memberikan dampak terapeutik yang mempercepat kesembuhan klien, tetapi hubungan sosial biasa.

        Ada dua jenis komunikasi yaitu verbal dan non-verbal, komunikasi verbal yaitu penyampaian pesan melalui mulut (lisan). Komunikasi ini dapat dilakukan secara langsung melalui pembicaraan tatap muka, atau secara tidak langsung melalui telepon. Sedangkan komunikasi non-verbal ini adalah komunikasi tidak langsung tetapi terjadi melalui ekspresi wajah atau bahasa tubuh, atau bahasa isyarat. Beberapa sinyal nonverbal yang mengungkapkan emosi dan perasaan yang diungkapkan oleh lawan bicara.


Hidayat, F., Maulana, A., & Darmawan, D. (2019). Komunikasi Terapeutik dalam Bimbingan dan Konseling Islam. Hisbah: Jurnal Bimbingan Konseling dan Dakwah Islam, 16(2), 139-151.     

Kasana, N. (2018). Hubungan antara komunikasi terapeutik dengan tingkat kecemasan pada pasien pre operasi sectio caesarea di ruang ponek rsud karanganyar. Skripsi kesehatan komunikasi terapeutik dengan tingkat kecemasan STIKes Kusuma Husada, 17.      



Postingan populer dari blog ini

Materi : Sosialisasi Program LPKS

Materi 6 Berintektual dengan anti kekerasan seksual

Materi Alur Penggunaan dan Pelayanan di Perpustakaan