Morphine
Morfin adalah obat untuk menghilangkan rasa nyeri dengan intensitas sedang hingga parah, seperti nyeri pada kanker atau serangan jantung. Obat ini tersedia dalam bentuk tablet dan suntik.
Morfin bekerja dengan cara menghambat sinyal saraf nyeri ke otak, sehingga tubuh tidak merasakan sakit untuk sementara. Meskipun memiliki sejumlah manfaat, morfin dapat menyebabkan kecanduan hingga mengakibatkan overdosis yang bisa membahayakan nyawa.
Untuk mencegah hal tersebut, penggunaan morfin harus sesuai dengan anjuran dokter dan diawasi ketat oleh dokter.
Cara Menggunakan Morfin dengan Benar
Morfin suntik akan langsung diberikan oleh dokter atau petugas medis di bawah pengawasan dokter.
Selama penyuntikan, kondisi umum, frekuensi pernapasan, dan kadar oksigen pasien akan dipantau secara berkala oleh dokter. Hal ini untuk memastikan kondisi dan mencegah terjadinya efek samping.
Ikuti semua anjuran dan saran yang diberikan oleh dokter selama menjalani pengobatan dengan morfin agar efektivitas pengobatan maksimal. Jangan berhenti menjalani pengobatan tanpa berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter.
Morfin tablet dapat dikonsumsi sebelum atau setelah makan. Gunakan air putih untuk menelan tablet. Jangan mengunyah, membelah, atau menghancurkan tablet, karena dapat meningkatkan risiko efek samping.
Simpan morfin tablet pada suhu ruangan dan letakkan di dalam wadah tertutup. Hindarkan obat dari paparan sinar matahari langsung dan jauhkan dari jangkauan anak-anak.
Interaksi Morfin dengan Obat Lain
Berikut ini adalah sejumlah efek interaksi yang dapat terjadi jika morfin digunakan bersama obat tertentu:
•Peningkatan risiko terjadinya efek samping yang fatal, seperti gangguan pernapasan berat, koma, bahkan kematian jika digunakan bersama obat golongan benzodiazepine, barbiturate, atau antipsikotik.
•Peningkatan risiko terjadinya hipotensi ortostatik jika digunakan dengan obat antihipertensi, seperti clonidine, lisinopril, atau ramipril
•Peningkatan risiko terjadinya sindrom serotonin jika digunakan bersama antidepresan trisiklik, seperti amitriptyline
Efek Samping dan Bahaya Morfin
Beri tahu dokter atau petugas medis jika efek samping di bawah ini tidak kunjung mereda atau makin memberat:
•Sakit kepala
•Kram perut
•Gugup
•Rasa kantuk yang parah
•Konstipasi
•Perubahan mood
•Sulit berkemih
•Mual atau muntah
Selain itu, segera laporkan ke dokter jika Anda mengalami reaksi alergi obat atau mengalami efek samping yang lebih serius, seperti:
•Denyut jantung yang tidak teratur, denyut jantung lambat, atau jantung berdebar
•Sulit bernapas
•Otot kaku
•Halusinasi
•Gairah seksual menurun
°Kejang
°Pingsan
•Pandangan kabur
•Nyeri dada
